Apa itu Subdomain dan Cara Membuatnya

The Midphase Blog How To Register Multiple Domains At The Same Time - The  Midphase Blog

Seperti yang kita tau domain terbagi menjadi 3 yaitu Top level Domain, Secondlocal Domain dan Subdomain. Pada tutorial kali ini kita akan membahas segala hal tentang subdomain mulai dari definisnya, perbedaannya dengan add on domain juga park domain, jenis-jenis subdomain, hingga cara pembuatan subdomain.

Seperti rumah ibarat ruangan terdapat dalam suatu rumah yang dalam konteks ini adalah website, subdomain sering kali dianggap sama dengan add on domain dan juga park domain, agar kamu tidak salah membedakan kamu harus tau apa defenisi kedua jenis domain berikut serta bedanya dengan subdomain.

ADD-ON Domain. Sama seperti add on atau permintaan tambahan ketika kamu membeli sesuatu artinya dalam 1 akun hosting kamu bisa menambah domain-domain lain yang mungkin tidak ada hubungan website utamamu, add on domain bisa dalam bentuk subdomain atau nama domain baru selama masih dalam akun hosting yang sama disisi lain ada juga.

PARK Domain. Berguna untuk memarkirkan domainmu agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. Tentu saja add on domain dan park domain berbeda dari sub domain jika dilihat dari fungsi dan bentuknya jika subdomain bertugas untuk membagi halaman website add on domain dan park domain berfungsi untuk menambahkan domain bedanya adalah, Add on domain, merupakan domain yang bisa saja sama sekali berbeda dengan domain utama dan Park domain, tetap mengarahkan ke halaman utama website yang sama, sekarang kamu sudah tau apa itu subdomain, selanjutnya kita akan membahas apa saja jenis subdomain tergantung pada kebutuhanmu ada beberapa nama yg sering digunakan oleh para pemilik website seperti untuk blog, toko, informasi terkini dll berikur rekomendasi jenis nama subdomain.

Blog. Untuk menambahkan halaman blog yang berisi trivia, tips dan trik, atau informasi soft-selling terkait produkmu.

Store. Bisa digunakan sebagai toko jika website utamamu tidak secara eksplisit digunakan untuk berdagang.

News. Biasanya, subdomain yang satu ini digunakan oleh website non profit untuk memberikan informasi terbaru terkait kampanye sosial yang sedang berjalan. Tapi, kamu juga bisa menggunakannya sesuai keperluanmu.

Events. Berfungsi sebagai halaman untuk menyajikan informasi terkait acara yang pernah, sedang, atau akan dilaksanakan oleh brand atau komunitasmu.

Info. Selain menyajikan informasi mengenai brand atau produk, kamu juga boleh menempatkan kontak berupa email, alamat, dan nomor telepon disini.

FAQ. Agar pengunjung atau calon pelanggan tidak menanyakan hal yang kerap ditanyakan oleh pengunjung lain, kamu bisa menempatkan subdomain FAQ.

Contact. Jika membuat subdomain ini, manfaatkan sebaik mungkin dengan mengisi informasi tentang dirimu atau brandmu, kamu juga bisa membuat berbagai akun media sosial dan tambahkan kesini.

Promo. Halaman subdomain ini bisa digunakan jika kamu memutuskan untuk membuat promo diwebsitemu. Selain terlihat lebih eksklusif, pengunjungmu juga tidak kesulitan mencari inforamasi terkait promo yang sedang berlangsung.

Katalog. Jika kamu ingin menaikkan SEO dari halam katalog produk, sebaiknya isi informasi di katalog selengkap mungkin menggunakan kata kunci yang tepat dan relevan.

id./en. Jenis subdomain yang satu ini berguna jika websitemu dipublikasikan dalam lebih dari satu bahasa, misalnya bahasa inggris dan indonesia.

SUB Directory, selain subdomain ada yang disebut dengan sub directory yaitu penempatan ruang pada website untuk membedakan fungsi tiap halaman diwebsite. Subdirectory biasanya ditempatkan setelah alamat website yang ditandai dengan garis miring. Secara garis besar subdirectory mempunyai kegunaan yang sama dengan subdomain yaitu untuk mengkhusukan halaman tertentu diwebsite namu ada beberapa perbedaan fungsi berdasarkan jenis website hinga keperluan SEO antara subdirectory dan subdomain. Yang pertama, Peletakan Nama. Tentunya kamu menyadari bahwa nama sebuah halaman subdomain terletak didepan nama domain seperti blog.xxx.com sedangkan pada subdirectory nama halaman terletak setelah alamat website, selain itu alasan penguna subdomain atau sub directory tergantung pada jenis websitemu jika websitemu digunakan sebagai portofolio tapi kamu juga ingin menjual hasil karyamu kamu bisa mengunakan subdomain store. tapi jika jenis websitemu penjualan halaman store. bisa kamu jadikan subdirectory jadi gunakan subdirectory jika topik halaman yang ingin kamu buat masih sangat relevan dengan websitemu dan kamu bisa mengunakan subdomain jika ingin membuat halaman yang tidak terlalu relevan dengan websitemu ingat hal ini bukanlah sesuatu kewajiban jadi semua keputusan ada ditangan kamu. Salah satu baha pertimbangan saat memilih mengunakan subdirectory atau subdomain adalah kebutuhan SEO agar memperjelas pemahamanmu subdomain sama saja seperti membuat domain baru sedangkan subdirectory hanya seperti menambahkan folder baru diwebsite jadi jangan heran jika terkadang sebuah subdomain mempunyai peringakat lebih tinggi ketimbang domain utama karna hal itu dapat disebabkan oleh conten disubdomain yang lebih ramah SEO dan direkomendasikan oleh google sehingga dapat menarik banyak pengunjung, nah kita kan sudah membahas subdomain dan perbedaan park doman dan add on domain sekarang kita akan membahasa cara membuat subdomain: Pastikan kamu sudah mempunyai akun hosting terlebih dahulu setelah itu login ke cpanel lalu klik subdomain, buat nama subdomain sesuai keinginan kamu dan pilih domain yang akan ditambahkan subdomain, lalu klik create, selesai. Sekarang kamu sudah dapat mengisi halaman subdomain kamu jika kamu ingin menghapus subdomain kamu karna periodenya sudah habis atau salah ketik kamu bisa menghapusnya dengan mengklik subdomain lalu klik remove.

Nah itu lah pembahasan Apa itu Subdomain dan Cara Membuatnya semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas